ParkBench, Come Sit With Me

Blog EntrySembilanMar 1, '08 10:24 AM
for everyone
Kulihat rangkaian batu alam berwarna hijau itu tergeletak diatas meja dengan salah satu ujungnya yang cacat tanpa kaitan.

"Rantai cerita terputus" kebiasaan menterjemahkan sesuatu hal kecil dan menjadikannya sebuah kejadian besar muncul begitu saja dibenakku. Imaginasi tolol itu kemudian aku teruskan dengan mulai menghitung satu persatu batu yang terangkai menjadi sebuah gelang itu dari ujung yang satu ke ujung yang lain.

Ada sembilan batu gempeng yang terbagi menjadi tiga bagian yang terpisahkan oleh sepotong hiasan perak. Gelang batu alam itu selalu menjadi perhiasan yang paling sering aku pakai dibanding dengan pernak pernik lain yang aku miliki. Aku suka merasakan dinginnya permukaan batu-batu itu menyentuh permukaan pergelangan tanganku setiap kali aku mulai memakainya. Suhu badanku kemudian perlahan menjalar lewat kulit dan tanpa kusadari rasa dingin yang tadinya ada telah hilang. Sebuah proses yang terjadi dari aksi dan interaksi antara dua zat alami.

Biasanya aku lalu suka memutar-mutar gelang itu dipergelangan tanganku sambil menyentuh satu persatu batu yang ada dan merasakan kehangatan yang sama antara batu-batu itu dan kulit tubuhku. Peristiwa ini mengingakanku akan kehangatan-kehangatan lain yang kurasakan seperti turunnya hujan dihari yang terik, aroma kopi dipagi hari, tertidur lelap di sofa yang empuk, sampai bahkan kepada peristiwa masa kecil dimana ibuku menggandeng tanganku di hari pertama masuk sekolah.

Sebilan batu alam itu seperti rangkaian peristiwa yang menyatukan semua kehangatan itu dan memberikan rasa nyaman yang luar biasa setiap kali memakainya di pergelangan tanganku. Sembilan batu ajaib itu kini sedang cacat tanpa kaitan yang berfungsi menyatukan rasa nyaman yang tersimpan dalam batu-batu itu dan mengalirkannya kedalam tubuhku.

Aku bangkit dari dudukku dan mencari alat yang dapat kupakai untuk memperbaiki kaitan yang lepas itu. Sambil memegang ujung yang cacat dan mengencangkan kaitan yang lepas dari jepitannya dengan sebuah tang imajinasi tololku kembali memikirkan angka sembilan dalam bentuk yang lain.

Umur kehamilan biasanya sembilan bulan
Kucing katanya punya sembilan nyawa
Sembilan puluh sembilan nama Allah
Ronaldo dari AC Milan memakai kaos dengan nomer sembilan.

Tiba-tiba aku memikirkan sebuah permainan angka:
Urutan kesembilan dalam bilangan bulan dalam satu tahun dan gabungan angka dua dan tujuh yang penjumlahannya menjadi angka sembilan.
Sembilan ternyata memang angka yang keramat.

14 CommentsChronological   Reverse   Threaded
azzano wrote on Mar 1
ah massak sih ada angka keramat
yodji wrote on Mar 1
ya ga ada. namanya juga dongeng :-)
idealismworks wrote on Mar 1
ooo dong eng. bilaang dong di judulnya. dalam kurung, gitu hehehe
yodji wrote on Mar 2
ooo dong eng. bilaang dong di judulnya. dalam kurung, gitu heheh
(sembilan dongeng buat si kecil) hehehe
eh gimana kabar si kecil? udh jago nulis kanji lom?
sprabowo wrote on Mar 16
eh, sama ama tanggal lahirku...
dijumlahken jadi 9!
yodji wrote on Mar 16
eh, sama ama tanggal lahirku...
dijumlahken jadi 9!
wah kamu keramat artinya :-)
sprabowo wrote on Mar 16
yodji said
wah kamu keramat artinya :-)
bukan angker kan?
yodji wrote on Mar 16
bukan angker kan?
bukan, heineken !. di gelas yg gede dan dingin, please.
sprabowo wrote on Mar 16, edited on Mar 16
yodji said
bukan, heineken !. di gelas yg gede dan dingin, please.
i go for bintang aja deh...
and see... this comment is number 9
so 9 it is!
yodji wrote on Mar 16
i go for bintang aja deh...
and see... this comment is number 9
so 9 it is!
great, then 9 bottles of bintang please !
sprabowo wrote on Apr 6
yodji said
great, then 9 bottles of bintang please !
this year is the 9th
but not a gud one ;)
yodji wrote on Apr 6
this year is the 9th
but not a gud one ;)
then make next year the 1st good one :-)
sprabowo wrote on Apr 6
yodji said
then make next year the 1st good one :-)
*minum vitamin penguat semangat*
yodji wrote on Apr 9
*minum vitamin penguat semangat*
say grace every night :-)
Add a Comment
   
© 2008 Multiply, Inc.    About · Blog · Terms · Privacy · Corp Info · Contact Us · Help