ParkBench, Come Sit With Me

Blog EntryPutri Duta Besar (Tamat)Jul 26, '06 12:18 AM
for everyone

..."Yes, it's about time !"
"Maksud loe?"
tanya dia sambil menghembuskan lagi asap rokok ke udara. Mataku menonton gumpalan asap melayang - layang dan kemudian tersedot exhaust fan yang terpasang persis di atas meja kami. "Suck it hard, baby" khayalanku kembali bermain sendiri sambil melirik kearah bar dimana tadi aku bertemu Nadine.
"Apaan yang about time bro, udah pantesnya gue suntuk maksud loe ?" katanya lagi sambil menutup laptop Sony Vaio 12 Inch nya dan membungkusnya dengan tas kecil yang terbuat dari semacam bahan untuk diving wetsuit berwarna hitam. "Kondom laptop nya keren juga" aku berkomentar dalam hati.
"Bukan, lama banget untuk nyampe ke meja ini dari pintu. Rame banget sih malem ini ?" jawabku setengah bertanya.
"Perseverance bro, perseverance....hidup ini butuh ketekunan dan kesabaran"
jawabnya dengan gayanya yang khas seakan sedang membeberkan rahasia hidup yang luar biasa penting .
"Buset dah, dalem pak....beneran suntuk abis loe kayanya". Dia tidak menjawab dan kembali menghembuskan asap rokoknya ke udara. Mataku kembali menonton adegan ulangan felatio di udara. Bau cengkeh dari rokok kretek kegemarannya itu menghapus sisa-sisa akhir aroma jeruk nipis dan oyster yang masih bertengger di alam bawah sadar pikiranku.
"This song can really bring the mood to the lowest level of any soul" katanya lagi sambil menghabiskan sisa bir di gelasnya.

..And so it is
..The shorter story
..No Love, no glory
..No hero in her sky


Duduk di hadapannya aku dapat menangkap sedikit cuplikan lirik dari lagu yang keluar dari speaker Bose yang terpasang di setiap sudut tempat ini.
"Lagu nya sapa nih, bros ?" aku bertanya kepadanya.
"Ngga tau" jawabnya singkat. Dia berdiri melepas jaket kulit model bikers nya dan kemudian mengangkat tangannya untuk memanggil waitress yang sedang lewat dekat meja kami.
"Bir dua lagi ya May" katanya kepada si waitress yang memakai baju hem putih longgar dan apron hitam panjang.
Aku diam saja membiarkan dia memesan bir untuk kita berdua. Sebuah ritual lama yang selalu dia lakukan apabila kita sedang berada di bar.
"Pakabs Dante....lama ngga keliatan" sapa Mayar si waitress sambil mencatat pesanan kami berdua.
"Baik, eh ini lagu siapa sih May?" tanyaku.
"The Blower's Daughter ...lagunya Damien Rice dari film Closer. Sebentar ya aku ambilin bir nya" katanya sambil beranjak dari meja.
"Blower's daughter.....apa tuh artinya?" kata Pally.
"Ngga tau...but I used to know an ambassador's daughter once. Ga sama ya?" jawabku sambil terkekeh.
"hehehe, that's old story men. Eh ngobrol ama sapa tadi loe di bar?"
"Sama Nadine, belom nyapa dia kesini?"
jawabku
"Tuh lagi jalan kesini doi"
"Hey gorgeous"
suara halus dibelakangku terdengar menyapa temanku.
"Nadine, what the fuck is a blower's daughter? blow job atau apa?" temanku
membalas sapaan Nadine.
"Hah, blow who's daughter? segitu kangennya loe ama gue, baby?"
"Kangen kangen banget sih ga tapi kalo blom ada bini ama anak empat I wouldn't mind you drag me to the toilet now and discuss about who's blowing who"
"Ah Dan, you're pally is still the outspoken muthafukka as always"
Nadine tertawa sambil bersandar di bahuku.
"Outspoken and honest as always, Nad" jawab temanku.
"Ngga nyambung banget dialognya dua orang ini" aku bergumam dalam hati sambil kembali melirik exhaust fan di atasku lalu beralih ke Mayar yang datang membawa dua gelas bir.

"Empat ?, bukannya loe punya tiga brandals laki?" tanya Nadine.
"Baru dapet cewe tiga bulan yang lalu"
"Wow, selamat selamat. Seneng banget kalian pasti akhirnya dapet baby girl"
Nadine beranjak dari bahuku dan mencium temanku.
"Thank's Nad, she added colors to my life now. I see plenty of colours thru my children eyes, bapak nya sudah meluntur color nya" jawab temanku.
"Ngga lah, you're still as savage as I first knew you baby. Not to mention the most honest guy I ever knew" kata Nadine sambil memeluk temanku.
"Melankolis abis, plis de" aku nyeletuk sambil meneguk bir dinginku.
"Savage quality is meluntur bro, the sign of old age and mind" temanku menjawab sambil nyengir.
"Oke guys, got to get back to my circle now, salam buat Zeska and the kids ya, baby" kata Nadine.
"Bye Nad" koor kita berdua membalas pamitan Nadine.

"So, apalagi yg baru lately in your life Pally ?" tanya temanku.
"Ga banyak, still obsess about myself.
The same emotional turmoil and confusion. same old thing"
"Tell me something I dont know..."
"I dont think I can, Pally"
jawabku
"Thats my Pal O Mino, the same emotional turmoil and confusion forever"
"Siyap!. story of my life. The only different is now I have a caring and loving wife who put up with all my shits and I'm grateful for that" jawabku.
"Bener boss, honesty, perseverance dan gratefullness. At the end of the day life is all about them" kata si Pally sambil matanya mencari Mayar lagi. Setelah sukses memanggil Mayar untuk dua gelas bir lagi si Pally kembali bertanya.
"Speaking about ambassador's daughter, do you know why she broke up with me that time?"
"Ga tau, kenapa emang"

"I DONT FUCKING KNOW THATS WHY I'M ASKING YOU BECAUSE I THOUGHT YOU MIGHT KNOW SOMETHING I DONT..HA.. HA.. HA" si Pally berteriak sambil tertawa.
"Lucu abiz nih..sumpe" jawabku sambil tertawa keras juga.
"Gue ketemu si Hari di airport KL minggu lalu, terus dia nanya kenapa gue ga jadi sama si putri dubes itu" lanjut si Pally.
"Tuh orang ga punya hal yang lebih penting lagi di kepalanya sampe nanya soal kaya gitu?" kataku sambil menghabiskan sisa-sisa tertawaku. "secara stuck in the past, gitu lho" lanjutku lagi.
"The only good thing about the past is only one thing and one thing only, it's ours" jawab si Pally.
"Jadi loe juga sampe sekarang ga tau alasen sebenernya kenapa waktu itu putus?" tanyaku.
"Nope" jawabnya singkat.
"I guess being honest to our true feelings is not so easy" aku bergumam sendiri.
"Maksudnya?" tanya si Pally
"Ya kalo sampe ga tau alesannya kenapa then someone is not being honest about something, gitu lho"
"Maybe not"
kata si Pally "...and the shitty shit that shit the shit is that this damn song for sure does not help my state of mood....Mayar !" lanjutnya sambil memanggil Mayar.

Aku kembali melirik exhaust fan diatas. Honesty, Perseverance, and Gratefulness. Being honest to ourselves and our feelings needs perseverance and it could lead to being grateful of what we have now. Without the last two I probably already kill myself....mataku kembali menonton adegan favoritku antara si asap dan si kipas exhaust sambil merenungkan apa yang baru saja terjadi.
"Mayar.....bisa pasangin Brother to Brother nya Gino Vanelli ngga?" tanyaku sambil mengambil gelas bir ketiga dari tangannya.

..Brother to brother
..Now don't let the devil get you down
..Oh 'cause it's bread and it's butter
..That makes this whole damn world
..Round and round


"Cakep mister lagunya.....ngomong-ngomong gimana ceritanya nih soal We're Brothers Movement dengan de gandaz?" si Pally berkata sambil menyentuhkah gelas birnya ke gelasku.

Baca Putri Duta Besar (Bag 1) dan (Bag 2)


sprabowo wrote on Jul 26, '06
apakabarnya tuh de gandaz?
Add a Comment
   
© 2008 Multiply, Inc.    About · Blog · Terms · Privacy · Corp Info · Contact Us · Help