Di kantor sekitar jam 9 malam, di ruang kerja ku
"marketing is the fight of perception.....baca nih" katanya sambil menunjukkan majalah Mix edisi baru.
"nah, udah tuh cukup buat jadi dasar ....contoh kesalahan fatal dari kebanyakan big brand" kata yang satu lagi."Pertamina tuh contohnya" lanjutnya lagi.
"marketing war is not in the market but in the mind" lanjut si pemegang majalah lagi dengan gaya sok taunya mengutip Jack Trout.
Tiba - tiba si satu lagi berdiri dari kursi dan menulis dengan black marker di papan tulis yang tergantung dekat dengan meja kerjaku.
fish eater vs visitor
fun racing vs fund raising
ten issues vs tennis shoes
"apaan sih?" aku nyeletuk sambil menyalakan lagi rokok untuk yang entah ke berapa ratus kali hari itu. Marathon meeting dari pagi sampai sore, belum sekarang disambung dengan harus menunggu budgeting yang sedang dihitung untuk di submit ke klien besok pagi - pagi. Haiyah....stressful abiz.
"ga penting banget ya?" jawabnya sambil masih berdiri di depan papan tulis.
"mayan ga penting sih, tapi gue hobi ngumpulin pengetahuan yang useless seperti itu" jawabku sambil tertawa.
"ini ada satu yang gue ga ngerti" katanya lagi sambil mulai menulis.
quitters never win, and winners never quit
quit while you're ahead
"saling bertentangan ga sih?" katanya lagi. "sopo iki sing bikin dulu?" lanjutnya.
"mber..." jawabku.
"to be or not to be" si pemegang majalah tiba - tiba ngomong. Aku dan si juru tulis melihat kearah nya bersamaan.
"apa coba maksudnya?" kataku.
"tau nih, suka ngomong kata - kata besar tapi di luar konteks" jawab si juru tulis.
"keep your friend close but your enemy closer" si pemegang majalah cuek nyrocos terus.
Aku bangkit dari kursiku dan mencari OB untuk minta dibuatkan teh manis. It's going to be a damn long night......
Sewaktu kembali ke ruangan aku melihat sebuah tulisan baru di papan tulisku.
..she sells sea shells